Follow by Email

Minggu, 11 September 2011

Just One the Truth (My Dream)...!!!! Part 1

Suasana yang menyeramkan..gelap...sepi dan aku sendiri disebuah ruangan kosong...tangan ku diikat mata dan mulut ku di tutup...terdengar bunyi langkah kaki mendekati ku...semakin dekat dan semakin dekat..hati berdebar kencang bukan karena lagi jatuh cinta tapi karena ketakutan ku yang sudah sangat memuncak..langkah kaki itu semakin dekat dan dekat...kemudian ada seseorang yang membuka tutup mata ku..ketika ak mencoba melihat orang itu sebuah kayu besar melayang ke kepala ku dan ”aaaAAAAAAA” aku pun terbangun..”yaachhh mimpi yang sama lagi” ucapku dalam hati...Ya..memang ini yang ke tiga kalinya aku bermimpi seperti itu...kepala ku pusing dan nafas ku masih sesak...aku berpikir keras apa maksud dari mimpi itu..dan siapa orang itu...suara azan shubuh menyadarkan ku dari lamunan yang tak berujung itu...ak pun bangkit dari tempat tidur dan mengambil handuk di gantungan pintu lalu menuju ke kamar mandi...selesai mandi aku sholat subuh.
Biasanya jam segini Mama ku (mama tiri)  udah bangun menyiapkan sarapan pagi dan bekal buat Papa, Abang ku dan aku..Aku turun ke bawah dan langsung menuju dapur.” Masak apa ma..???”tanya ku sambil memeluk dia dari belakang..walaupun mama tiri tapi dia baik dan sayang sama aku,tidak seperti ibu2 tiri di cerita dongeng bawang merah bawang putih lo..!!”Tumben kamu manja gini sama mama”jawab mama sambil mencubit sayang pinggangku. Ini mama masak nasi goreng kesukaan mu. Udah siap2 sana ntar telat lo dan sekalian bangunin abangmu”. Lanjut mamaku. Aku pun tersenyum dan berlari kecil menuju kamarku. Kamar ku berada di lantai dua. Di sebelah kamar ku adalah kamar bg Yoga. Kamar papa dan mama ada dibawah. ”Bang..bang..banguun..banguun..sholat subuh bg” teriak ku sambil mengetok-ngetok pintu kamarnya.aku dekatkan kupingku ke pintu kamar abang ku terdengar suara langkah kaki menuju pintu dan “trek” suara pintu di buka. “Ian lo bangunin gue pake apa sih..??pake toa ya..”kata abang ku sambil nyengir.”yeee..enak aj lo...”jawab ku dan berlalu pergi.
*
Mobil papa tepat berhenti di pintu depan gerbang gedung kuliah ku...aku pun turun dan disambut oleh teriakan-teriakan sahabat ku yang sangat ku sayangi Anetrianda putri dan Tara Putri Ningsih..Ya..itulah nama lengkap mereka....” Iaaaaannnnn...kamu kok telat sich..???ini udah jam 7.30 lo...kan kamu janji jam 7 udah di kampus” semprot anda.hehee..maap ya cantik” jawab ku singkat...”Ian ntar papa jemput atau ng’...???” tanya papa ku. “ng’ usah pa, aku pulang sama anda aj” jawab ku sambil menyalami tangannya dan berlalu pergi bersama anda dan tara...
Kelas pertama usai, aku dan dua sahabat ku langsung menuju kantin. Langkah kaki ku lebih cepat dari Anda dan Tara. “Hellooo..jalannya pelan-pelan aja donk  An” teriak  tara. “Udah, jangan protes..ayo cepat, ada hal penting yang mau gue cerita_in ke kalian”.jawab Ian.. “Ada apa sih Ian..??” tanya anda kepadaku setelah kami duduk di meja yang biasa kami tempati di kantin kampus. “kok kayaknya sangat serius” potong Tara. Gini, “Gue sering mimpi aneh nda, dan mimpi itu selalu sama. Rasanya benar-benar terjadi” jawab Ian serius. “hahaaaa..cuma mimpi toh” jawab Tara geli. “ini serius tar, kalau sekali duakali gue maklum, tapi ini udah sering. Gue  jadi kepikiran terus” jawab Ian kesal. “iye-iye, maaf cantik” jawab tara. Aku menceritakan mimpiku itu kepada Anda dan Tara. “udah  Ian, jangan terlalu dipikirin, nanti kamu sakit lagi.” Tara berusaha menghiburku.” Eh,  An..hp lo bukan yang bunyi” tanya Anda. “Eh..iya hehee” jawab ku nyengir. “ Briliana melodi irawan HATI-HATI..!!! ” aku terkejut, badan ku terasa kaku membaca sms yang ada di ponselku. “Dari siapa An..??kok wajah lo tegang gitu” tanya Anda. Aku hanya diam, mimpi itu terbayang dibenakku. Tara merebut ponsel ku dan membaca isi sms itu. “Oalaah..sms iseng ini An, jangan dipikirin..”. Aku merebut ponsel itu dan mencoba menghubungi nomor yang mengirim sms itu padaku. “aaaggghhh,, ngk aktif”. Keluh ku. “Jangan-jangan ini arti dari mimpiku itu” kataku ke Tara dan Anda. “aahh..itu  cuma kebetulan Ian. Udahlah..jangan dianggap serius. Yuk masuk, kita ada kelas dengan Pak Budi kan...” potong Anda. Anda menarik tangan ku dan Tara mengikutinya....
**bersambung.....

0 komentar:

Posting Komentar